Senin, 15 Agustus 2016

Kisah Erdogan Kecil yang Menolak Sholat Beralas Koran


Erdogan kecil yang berusia 13 tahun belajar di Sekolah Dasar (Ibtidaiyah) bersama anak-anak kota Qasim Pasha dan lulus tahun 1965. 
Kota tersebut terkenal dengan penduduknya yang kuat, temperamen, memiliki aksen yang menjadi kebanggaan dan kehormatan sebagaimana Erdogan merasa terhormat berada di sana. 
Di tempat tersebutlah Erdogan kecil belajar tentang tantangan dan kekuatan yang terlihat dalam setiap pernyataan resminya.

Sabtu, 05 Maret 2016

Hakim Cium Tangan Terdakwa, Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania


Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.
Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”

Rabu, 02 Desember 2015

Kisah Pendiri WhatsApp


Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.

Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.

Sabtu, 07 November 2015

Daripada Mengutuk Kegelapan, Lebih Baik Menyalakan Lilin


APA yang terlintas dalam benak Anda ketika membaca salah satu benda ini ? Anda mungkin hanya berpikiran bahwa lilin cuma sekedar benda kecil yang tak berarti. 
Dan akan terlihat berarti bila terjadi gelap. Lilin akan menerangi kita dalam kegelapan dengan cahaya yang ia miliki.
Allah memisalkan petunjuk dengan cahaya, kesesatan sebagai gelap. Ini mengisyaratkan, pasukan kesesatan tak memiliki sedikitpun daya di depan pasukan cahaya. Ia hadir ketika pasukan cahaya menghilang. 
Sepanjang sejarah, umat kita mengalami kesesatan ketika ‘roda pergerakan syiar dakwah’ berhenti bergerak.

Minggu, 11 Oktober 2015

Kisah Si Pandai dan Si bodoh yang mempertanyakan 3 x 7 = 27 ??


Alkisah di suatu padepokan di Tiongkok pernah hidup seorang GURU yang sangat dihormati karena tegas jujur.
Suatu hari 2 murid menghadap GURU. Mereka bertengkar hebat nyaris beradu fisik.
Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7.
Murid pandai mengatakan hasilnya 21.
Murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27.
Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta GURU sebagai Jurinya untuk mengetahui siapa yang benar diantara mereka.

Kamis, 24 September 2015

Udin Menjadi Dokter


Sedikit Senyum di malam minggu. Agar Tidak Stres dg Rutinitas . Begini Ceritanya ;
Ada seorang pengangguran bernama Udin. Dalam kejenuhan hb mencari pekerjaan, akhirnya dia pun mencoba membuka sebuah klinikh pengobatan, walaupun dia bukan dokter ataupun pernah kuliah kedokteran.
Supaya orang-orang mau berobat ke klinik nya, Udin membuat iklan menarik :
"Kalau sembuh cukup bayar 100 ribu, kalau tidak sembuh kami bayar anda 1 juta".
Konon ada seorang dokter tak sengaja membaca iklan itu dan langsung ingin mencoba.

Selasa, 08 September 2015

Berebut Balon


Pada suatu acara seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta. 
Tiba2 sang Motivator berhenti berkata-kata dan mulai memberikan balon kepada masing masing peserta. 
Dan kepada mereka masing masing diminta untuk menulis namanya di balon balon tersebut dengan menggunakan spidol. 
Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain. 
Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka, dan diberi waktu hanya 5 menit Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain disekitarnya sehingga terjadi kekacauan.

Minggu, 30 Agustus 2015

Kisah Secangkir Kopi


Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus.
Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.
Setelah saling menyapa dan berbasa basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya.
Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.
Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.

Selasa, 25 Agustus 2015

Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya.



Duri duri tajam yg mengitari tubuhnya adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri....
Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul, serta cuaca dingin yang menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh-tubuhnya meski mereka harus berjuang menahan perih dan sakitnya duri-duri landak lain yang menusuk, melukai kulit-kulit mereka.
Jika sekawanan landak itu telah merasakan sedikit kehangatan, segera saja mereka saling menjauh, namun jika rasa dingin kembali merasuk ke dalam tubuh mereka, mereka akan segera merapat lagi... dan demikianlah seterusnya. Sepanjang malam, landak-landak itu disibukkan oleh kegiatan saling menjauh dan saling mendekat.

Senin, 09 Maret 2015

Gaji Terakhir Abdullah Untuk Sang Istri ( Kejadian Mengharukan)


Abdullah (39 Tahun) Pekerja Konstruksi yang datang dari Jawa Tengah dan bekerja di PT Takanaka Cikarang. 
Sejak beberapa hari ini Buruh Perusahaan Konstruksi ini mengeluh sakit kepada teman-temannya, Menurut temannya istrinya selalu menelpon dengan nada kasar padahal Abdullah seorang suami yang lembut kepada istrinya, Abdullah pulang sebulan sekali demi berhemat.

Selasa, 13 Januari 2015

Monkey Business


Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp.50.000,- per ekor. Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan.
Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa pun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu. Kemudian si orang kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp50.000,- . 
Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya monyet-monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut.

Kamis, 23 Oktober 2014

Kisah Pemuda Yang Menikahi Wanita “Buta, Tuli, Bisu dan Lumpuh”



Seorang lelaki yang soleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berfikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lazat itu, akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahawa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat izin pemiliknya.
Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar meninta dihalalkan buah yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata, “Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan menjaga dan mengurus kebunnya”.