Selasa, 11 April 2017

Fakta Mengejutkan Di Balik Buku Buku Asma Nadia Dan Helvy Tiana Rosa


Meski pernah hidup pas-pasan bersama keluarganya di tepi rel kereta api, perempuan ini tak pernah menyerah. 
Anak-anaknya harus sekolah! Mereka harus cinta membaca dan menulis agar tidak mudah dibodohi, agar mereka bermanfaat dan bisa menolong orang lain.
Namanya Maria. Setiap malam, ia mendongeng untuk anak-anaknya. Ia tak pernah lelah bercerita tentang banyak hal yang memotivasi mereka untuk terus membaca. 
Setiap hari pula, sebelum tidur, anak-anaknya menyaksikan Maria selalu menulis catatan harian. Kebiasaan ini menular pada mereka, dan menulis menjadi kegiatan bersama yang menyenangkan setiap hari.
Karena kehidupan yang sulit, Maria jarang bisa membelikan buku untuk anak-anaknya. Matanya selalu berkaca-kaca setiap kali pulang dari pasar melihat anak-anaknya dengan riang, berebut koran pembungkus bawang, cabai dan bumbu dapur untuk dibaca. 
Ia terenyuh saat ketiga anaknya diusir dari tempat penyewaan buku karena selalu kesana tanpa pernah bisa menyewa. Perih, saat mereka pergi ke toko buku bersama hanya untuk melihat-lihat, tanpa membawa pulang satu buku pun.
Setiap hari perempuan ini berjalan terseok-seok berkilo-kilo meter membawa seprai dagangannya, menjajakan dari pintu ke pintu. Sambil menawarkan seprai, biasanya ia mencoba meminjam majalah atau buku cerita milik (anak-anak) para tetangganya. 
“Anak saya sangat suka membaca, tapi kami jarang bisa membeli buku. Bolehkah saya meminjam buku anak-anakmu? Akan kami jaga dan kami sampul dengan rapi,” tuturnya. 
Tak diduga, setiap hari Maria bisa membawa pulang 5-10 buku cerita yang disambut anak-anaknya dengan melompat lompat!
“Jangan ada bagian yang dilipat,” pesan Maria. “Kita harus mengembalikan dengan rapi, agar boleh meminjam lagi.”
Maria menemani anak-anaknya mengikuti berbagai lomba yang diadakan tanpa uang pendaftaran. Beberapa kali mereka memenangkan lomba mewarnai, membaca puisi dan lain-lain berhadiah buku atau uang yang kemudian dibelikan buku.
“Kita akan buat perpustakaan!” ujar Maria.
“Perpustakaan? Dengan 10 buku?” Tanya anak-anaknya.
“Mengapa tidak?” senyum Maria. “Nanti akan bertambah in sya Allah. Mungkin suatu saat kita bukan lagi punya perpustakaan di rumah, tetapi perpustakaan di tiap kamar!” katanya ceria diikuti pandangan mata kecil mereka yang berbinar.
Maria juga mendorong mereka untuk menyewakan buku-buku milik mereka sendiri yang sudah dibaca. Berbekal sebuah meja kayu kecil di depan pintu rumah mereka, anak-anak itu riang bergantian menjaga. 
“Tapi ingat, kalau ada anak kecil seperti kalian. Yang hanya melihat dan tak mampu menyewa, pinjamkan dengan gratis, ya! Mungkin kalian tak dapat uang, tapi kalian akan dapat sahabat baru!” pesan Maria, diikuti anggukan anak-anaknya.
Saat salah satu anaknya divonis gegar otak dan mengidap banyak penyakit, Maria terus menyemangatinya. Maria rela tak makan siang, agar uangnya bisa dibelikan buku, meski hanya buku tipis, peneman anaknya di rumah sakit. “Mama belum lapar,” katanya selalu. 
“Tapi kita berdua selalu lapar buku kan?” candanya.
Bertahun kemudian, saat sang anak tersebut tak bisa meneruskan kuliah karena berbagai penyakit, Maria dengan yakin berkata, “Kamu masih bisa terus membaca dan menulis. Suatu hari nanti, kau akan kembali ke kampus, meski tanpa gelar. Kamu akan menjadi pembicara di hadapan para doktor dan profesor itu!”
Waktu berlalu dan Maria tak pernah menyerah. Ia bimbing anak-anaknya terus menulis. Ialah pembaca pertama karya anak-anaknya. Kadang ia terharu melihat tulisan mereka yang tak dimuat meski sudah puluhan kali mengirim. 
Beberapa kali ia juga lihat tulisan yang dibuat susah payah dikembalikan redaktur ke alamat rumah. “Jangan menyerah! Putus asa bukan jalan kita! Semangat!” ujarnya sambil membelai kepala anaknya.
Dengan berjalan kaki atau naik angkutan umum, setiap bulan Maria membawa anak-anaknya ke Taman Ismail Marzuki, melihat para seniman termasuk sastrawan seperti Rendra, Putu Wijaya, Taufiq Ismail, Sutardji Calzoum Bachri membacakan karya, mementaskan, atau sekadar berlatih teater. 
"Mereka juga berangkat dari nol. Selalu ada langkah awal yang tidak mudah untuk mencapai segala," katanya. Anak-anaknya tersenyum
Maria terkejut, menegur, namun tak marah saat mengetahui anak-anaknya mengamen puisi di bus kota untuk bisa membeli mesin tik. Ia tahu tekad anak-anaknya bulat untuk menjadi seorang penulis.
“Apapun cita-cita kalian, kalian bisa menjadi penulis. Berdoa, berusaha! Dan bila kalian sudah jadi penulis, ajak anak-anak dan remaja Indonesia lain. Bantu mereka tanpa pamrih. Ingat yang kita alami. Kemiskinan bukan penghalang meraih cita-cita."
Maka ketika salah satu anaknya yang saat itu baru kelas 1 SMA terpanggil untuk mengajar membaca dan menulis gratis bagi anak-anak tak mampu di sekitar rel kereta api Gunung Sahari dan Senen, Maria mendukung. 
Ia siapkan kapur, papan tulis dan buku-buku. Saat sang anak dihadang preman-preman di sana, Maria turun dengan berani memberi pencerahan. “Membaca dan menulis membuatmu abadi, membuatmu selalu punya sesuatu untuk dibagi. 
Dan yang suka berbagi tak akan pernah merugi,” yakin Maria. Ya, menurut banyak orang, Maria bukan hanya pribadi yang tangguh, namun juga tulus dan perhatian pada banyak orang.
Kini Maria berusia 67 tahun. Pejuang tangguh itu memang belum pernah menerima penghargaan apapun. Tapi dua anaknya merupakan penulis terkemuka Indonesia yang banjir penghargaan.
Helvy Tiana Rosa telah menjadi relawan di bidang literasi sejak SMA. Ia menjadi Redaktur Majalah Annida saat duduk di semester dua, Fakultas Sastra UI. Helvy dan sang adik: Asma Nadia masing-masing telah menulis lebih dari 50 buku. 
Beberapa karya mereka telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris, Jerman, Arab, Perancis, Jepang, Swedia, India, dan Korea. Sebagian telah difilmkan dan disinetronkan. Banyak orang terinspirasi dari karya-karya kakak beradik ini. 
Helvy dan Asma menerima sekitar 40 penghargaan tingkat nasional di bidang penulisan dan pemberdayaan masyarakat, dari mulai Kartini Award, Nova Award, Ummi Award, She Can Award, Penghargaan Adikarya IKAPI, Tokoh Perbukuan IBF Award, Tokoh Perubahan Republika, Tokoh Sastra dari Balai Pustaka & Majalah Sastra Horison, dll.
Helvy dan Asma mendirikan Forum Lingkar Pena (FLP) tahun 1997, organisasi kepenulisan terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. FLP membidani kelahiran para penulis baru di banyak daerah di Indonesia, hingga ke mancanegara. 
Sebagian dari mereka merupakan kalangan dhuafa yang mendapat bimbingan gratis menulis. Uniknya mereka yang telah menjadi penulis, kemudian menjadi mentor bagi para calon penulis baru, begitu seterusnya. FLP mendapat Danamon Award sebagai "Pahlawan masyarakat" (2008).
Helvy menginisiasi lahirnya Rumah Cahaya (BaCA dan HAsilkan karYA) di berbagai kota di Indonesia. Asma mendirikan penerbit dan membantu banyak penulis baru menerbitkan bukunya. Bersama sang suami Ia mendirikan Komunitas Bisa Menulis (KBM). 
Asma juga mendirikan ratusan Rumah Baca Asma Nadia di berbagai pelosok Indonesia. Helvy yang pernah duduk di Dewan Kesenian Jakarta (2003-2006) dan Majelis Sastra Asia Tenggara (2006-2014), merupakan Dosen Sastra dan Penulisan Kreatif di sebuah universitas. 
Mereka berdua kerap diundang keliling pelosok Indonesia dan ke berbagai negara untuk berbicara mengenai karya-karyanya, melatih menulis serta menginspirasi banyak orang menulis. Sejak tahun 1997 hingga sekarang, jutaan orang telah mengikuti workshop yang diadakan Helvy dan Asma.
Meski tak menyelesaikan kuliah karena sakit, Asma diundang ke lebih dari 60 negara untuk berbagi inspirasi, termasuk pada Iowa Writing Program di Amerika Serikat, yang mengumpulkan 35 penulis dari 31 negara. 
Sembilan filmnya telah menginspirasi banyak orang seperti: Emak Ingin Naik Haji, Assalaamualaikum Beijing, Rumah Tanpa Jendela, Surga yang Tak Dirindukan, Jilbab Traveler, dan Cinta Laki Laki Biasa. Asma kembali ke almamaternya, diundang berbicara pada Dies Natalies di depan para profesor dan doktor, sebagaimana yang sebelumnya dibayangkan Maria.
Maria amat peduli pada perkembangan cucu-cucunya. Ia membantu anak-anaknya mendorong para cucu suka membaca dan menulis. Maka cucunya: Abdurahman Faiz dan Putri Salsa merupakan pelopor buku Seri Kecil-Kecil Punya Karya (Mizan) yang booming di Indonesia. 
Faiz menulis buku sejak usia 8 tahun, kini telah menulis 12 buku. Begitu pula Putri Salsa. Mereka menjuarai berbagai lomba penulisan tingkat nasional. Faiz pernah mendapat Anugerah Kebudayaan dari Presiden SBY (2009). 
Putri Salsa terpilih membentangkan karya tulisnya hingga Oxford University, London. Adam Putra Firdaus yang saat ini menekuni dunia sepakbola di Spanyol, bahkan menulis buku pertamanya saat berusia 5 tahun! 
Beberapa cucu Maria yang lain sambil bermain pun kini senang membaca menulis, dan sadar arti pentingnya kedua hal tersebut dalam hidup mereka.
Maria Erry Susianti mungkin nama yang belum Anda kenal, tapi dari rahim dan dari ketangguhannya lahir dua pegiat literasi garda depan Indonesia. Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia tercatat sebagai The World's Most 500 Influential Muslims (500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia) hasil riset dari Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordan. 
Penghargaan itu diraih Helvy sejak 2009 dan Asma sejak 2012 terus berkelanjutan. Dalam daftar terbaru tahun 2016 dan 2017, nama dua kakak beradik ini juga masuk bersama 20 tokoh Indonesia lainnya dari berbagai bidang
(Penulis: Abdurahman Faiz)

Yuk, bantu Abdurahman Faiz menominasikan oma-nya sebagai sosok pejuang tangguh. Respect! Mari kita beri penghargaan pada Maria dengan vote Maria sebagai sosok pejuang tangguh! Klik Ibu Para Pejuang Literasi - Maria Erry Susianti https://www.pejuangtangguh.co.id/gallery?share=316 lalu klik lagi tulisan vote di paling bawah. Pastikan vote Anda sudah masuk. Terimakasih.

https://sastrahelvy.com/2017/03/27/fakta-mengejutkan-di-balik-kesuksesan-asma-nadia-dan-helvy-tiana-rosa/

==================  Artikel Lain  =====================


Tragedi di kapal pesiar

Ada sepasang suami isteri ter-gesa² berlari menuju ke sekoci untuk menyelamatkan diri, pada saat terjadi kecelakaan yg menimpa sebuah kapal pesiar yang akan tenggelam.

Tetapi saat sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yg tersisa. *Dengan segera sang suami melompat mendahului istrinya utk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum sekoci menjauh dan kapal itu benar² tenggelam.

Guru yg menceritakan kisah ini bertanya pada murid²nya, menurut kalian, apa yg sang istri itu teriakkan? Sebagian besar murid² itu menjawab : 
Aku benci kamu, egois, nggak tanggung jawab, nggak tau malu.
Tapi ada seorang murid yg hanya diam saja, dan guru itu meminta murid yg diam itu menjawab, *Kata si murid, saya yakin si istri pasti berteriak... Tolong jaga anak kita baik².

Guru itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya ? Murid itu menggeleng, belum, tapi itu yg dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.

Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, 
Jawaban ini benar, kapal itu kemudian benar² tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian, dan ber-tahun² kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya, *
Dia menemukan kenyataan bahwa saat orang tuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kanker ganas dan akan segera meninggal.

Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu²nya kesempatan untuk bertahan hidup. Dan dia menulis di buku harian itu, Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu, isteriku sayang, tapi demi anak kita, terpaksa dengan hati menangis membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.

Cerita itu selesai, dan seluruh kelas pun terdiam. Guru itu tahu bahwa murid²nya sekarang mengerti hikmah dari cerita tsb, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita pikirkan, ada berbagai macam komplikasi dan alasan dibaliknya yang kadang sulit dimengerti.
  • Karena itulah jangan pernah melihat hanya luarnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa².
  • Mereka yg sering membayar untuk orang lain bukan berarti kaya, *tapi karena lebih menghargai hubungan daripada uang.
  • Mereka yg bekerja tanpa ada yg menyuruh bukan karena bodoh, tapi karena lebih menghargai konsep tanggung jawab.
  • Mereka yg minta maaf duluan setelah bertengkar bukan karena bersalah, *tapi karena lebih menghargai orang lain.
  • Mereka yg mengulurkan tangan untuk menolongmu bukan karena merasa berhutang, *tapi karena menganggap kamu adalah sahabat.
  • Mereka yg sering mengontakmu bukan karena tidak punya kesibukan, *tapi karena kamu ada di dalam hatinya.*_

JANGAN MUDAH MENGAMBIL KESIMPULAN KARENA ASUMSI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Judul Artikel

Tags

Labels

845. Tuhan Hadir di Salman (1) 846. Keringkan Kolamnya semua Ikan mudah dikuasai. (1) 847. Stalin dan Ayam. (1) 848. Penemu Permainan Catur (1) 849. To Much Love Will Kill You (1) 850. Kecerdasan dan Kepribadian (1) 851. Semua Orang Bisa Menulis (1) 852. Adakah Orang Yang Lebih Kaya Dari Dirimu ? (1) 853. Kesabaran Ammar Mustafa di Kota Riyadh (1) 854. Menyempurnakan Amal (1) 855. Misteri angka 6174 (1) 856. How Millennials Kill Everything (1) 857. Wardah di Harvard (1) 858. Pondok Ban Tan dan Surin Pitsuwan (1) 859. Snapshot: One Day In Batman’S Life (1) 860. One Way Ticket (1) 861. Pelajaran Allah Kepada Nabi Musa AS (1) 862. REAKSI vs RESPONS (1) 863. "Whiner or Winner (2) 864. Dia Bukan Pengemis (1) 865. Roel Mustafa Si Lelaki 1.000 Janda: Menafkahi Tidak Harus Menikahi (1) 866. Kolonel Sanders (1) 867. Sebuah Komitmen (1) 868. Tunov : Petani Cabai yang dimusuhi Mafia Tengkulak (1) 869. Kesalahan (1) 870. Filosofi Pohon Bambu (1) 871. Muhammad Hamza (1) 872. Wasiat Sang Ibu untuk Seorang Anak yang Telah Menelantarkannya (1) 873. Kisah Sumur Usman Bin Affan (1) 874. Kisah Erdogan Kecil yang Menolak Sholat Beralas Koran (1) 875. Hakim Cium Tangan Terdakwa (1) 876. Kisah Pendiri WhatsApp (1) 877. Daripada Mengutuk Kegelapan (1) 878. Kisah Si Pandai dan Si bodoh yang mempertanyakan 3 x 7 = 27 ?? (1) 879. Udin Menjadi Dokter (1) 880. Berebut Balon (1) 881. Kisah Secangkir Kopi (1) 882. Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu (1) 883. Gaji Terakhir Abdullah Untuk Sang Istri ( Kejadian Mengharukan) (1) 884. Monkey Business (1) 885. Kisah Pemuda Yang Menikahi Wanita “Buta (1) 886. Terlambat Mencintainya (1) 887. Kisah Hikmah Seorang Ayah dan Anak (1) 888. Kisah Sedih Rindu Suami kepada Istri dan Anak kepada Ibu (1) 889 Hidayah saat mau gantung diri di Tengah Guyuran Hujan Lebat (1) 890 Menukar Yang Berharga (1) 891 Indonesia Negeri 1945 (1) 892 Papa - Kembalikan Tangan Ita.... (1) 893 Ketika Allah berkata : "Tidak" (1) 894 Pemimpin dan Aspirasi (1) 895 Jenis Laki laki yang Ditarik Perempuan ke Neraka (1) 896 Bakso Khalifatullah (1) 897 Perampokan di Bank (1) 898 Memaknai Arti Kehilangan (1) 899 Lalat dan Semut (1) 900 Apakah Anda Kecanduan Jejaring Sosial dan menjadi Anti Sosial ? (1) 901 Penipuan lewat SMS (1) 902 Calon Raja (1) 903 Manajemen Panik (1) 904 Kabar Burung (1) 905 Mengapa Menunda Menikah ? (1) 906 6 Kekuatan Dahsyat Dalam Diri Manusia (1) 907 Hindari Jebakan Rutinitas Berumah Tangga (1) 908 Hati hati dengan Cermin 2 Arah di Toilet (1) 909 Bagaimana Anda Ingin Diingat ? (1) 910 Kevin Carter Fotografi Yang Bunuh Diri Setelah Menerima Penghargaan (1) 911 Jika anda .... ingatlah ... (1) 912 Meraih Rezeki Yang Sudah Tersaji (1) 913 Dialog Ustadz dengan Anaknya (1) 914 Sudah Waktunya Membahas Tentang Kesehatan Mental Nasional (1) 915 Sebagian Alasan Kenapa Dokter Dokter Di Negara Maju "pelit" Kasih Obat (1) 916 Kurikulum SD di Jepang (1) 917 Kurikulum SD Tahun 2013 (1) 918 Nasgitel (1) 919 Jendela (1) 920 Kisah Seorang Pemuda di Gerbong Kereta (1) 921 10 Tanda Kehancuran Sebuah Bangsa (1) 922 Berkumpullah dengan sesama Elang (1) 923 Dialog Anggota DPR (1) 924 Ayam Jantan Tidak Pernah Berbohong (1) 925 Bill Gates : 11 Peraturan yang Anak-Anak Tidak Akan pelajari di Sekolah (1) 926 Hati Seekor Tikus (1) 927 Regenerasi Diadang Godaan Pragmatisme (1) 928 Tekad Baru : Hidup yang polos polos saja (1) 929 Makna Filosofi dari Lagu Gundul Gundul Pacul (1) 930 Tetap Semangat (1) 931 Kalah Sebelum Berunding (1) 932 Jangan mudah menghakimi seseorang (1) 933 Ketika Wong nDeso Naik Pesawat . . . (1) 934 Anak bisa sukses bila dia dilatih sukses (1) 935 Kenaikan BBM dan Kepedulian Pemerintah bagi Rakyat Miskin (1) 936 Semuanya Milik Allah (1) 937 Sepotong Cinta (1) 938 Ciri Priya Berbakat Kaya (1) 939 Renungan hidup Islami yang harus dibaca dan dipraktekkan (1) 940 Pengalaman Inspiratif Prof Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI) (1) 941 L u c u (1) 942 Anak adalah titipan Allah (1) 943 Mom is The Best Super Hero in The Word (1) 944 Perang Puisi Laki Laki dan Wanita (1) 945 Kisah Besi dan Air (1) 946 Katak Lomba Lari (1) 947 Kisah Baut Kecil (1) 948 Kisah Wortel (1) 949 Jalan menuju keberhasilan (1) 950 Kisah sepotong kue (1) 951 Membangun atau menghancurkan ekonomi bangsa (1) 952 Hukum Truk Sampah ! (1) 953 Cinta yang Tersembunyi (1) 954 Nilai Seikat Kembang (1) 955 Meja Kayu (1) 956 Enam Kesalahan Terbesar Entrepreneur Yang Jarang Dibahas (1) 957 7 Seni Memaksimalkan Daya Tarik (1) 958 Putuskan Benang Itu ! (1) 959 Bisnis dengan Modal Nol (1) 960 Bekal Sukses Itu Bernama "PD" (1) 961 Saat Kenyataan Tak Sesuai Impian... (1) 962 Di Mana Tempat Terbaik Kita ? (1) 963 Seperti Apa Anda Mengukir Sejarah ? (1) 964 Aku ingin jadi Spiderman (1) 965 Kritik Anda adalah Kue Anda (1) 966 Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu ! (1) 967 Di balik Keharuman Pahlawan (1) 968 Arti Cinta Bagi CEO Apple Inc (1) 969 Pengalaman Pramugari (1) 970 Penipuan Canggih Lewat Telepon (1) 971 Sempatkan Untuk Mendengar ! (1) 972 Dimana Letak Bahagia Anda ? (1) 973 Jam Tangan dan Keberanian Mencoba (1) 974 Pengalaman Keliling Dunia Anne Ahira (1) 975 Kuasai Kecerdasan Emosi Anda ! (1) 976 Mengenal Anne Ahira (1) 977 Nikmati Perbedaan (1) 978 Empati (1) 979 Kesendirian Tidak Selalu Mematikan ! (1) 980 Tempayan Retak (1) 981 Tetapkan Tujuan Hidup (1) 982 Hargai Apa Yang Kita Miliki (1) 983 Hikmah Meninggalkan Perkataan Bohong (1) 984 Obat BUKAN JAWABAN (1) 985 Paku dan Pemuda Pemarah (1) 986 Jendela Rumah Sakit (1) 987 Pelajaran Sang Keledai (1) 988 Filosofi Pensil (1) 989 Kutu Anjing dan Motivasi (1) 990 Mengambil Pelajaran dari Permen (1) 991 Tertipu Penampilan (1) 992 Lukmanul Hakim bersama Anak dan Keledainya (1) 993 Lateral Thinking (1) 994 Otak bu guru yg rada rada (1) 995 Racun Hati (1) 996 Hadiah (1) 997 Cangkir Yang Cantik (1) 998 Filsafat Bolak Balik (1) 999 Bajak Laut (1) A. Qoyum Tjandranegara (1) Abu Hanifah (1) Adam Lanza (1) Afrika Utara (1) Air (1) Alfred Nobel (1) Allah (1) Amerika Serikat (6) Amsterdam (1) Anak Jenius Programer Komputer Termuda Dunia (1) Andre Wongso (1) Android (1) Andy F Noya (1) Anjing (1) Anne Ahira (22) APBN (1) Apple Inc (1) Ardiansyah (1) Arthur Cutton (1) Asian Brain (1) At-Thoriq Ilal Jannah (1) Atheis (1) Attitude (1) Autisme (1) Ayam (1) Ayam Jantan (1) Balon (1) Bandara (1) Banjaran (1) Bank (2) Bank Dunia (1) Bank Indonesia (1) Batman (1) Batubara (2) BBM (1) Beijing (1) Being professional (1) Berita Selentingan (1) Besi (1) Bibit (1) Bill Gates (3) Bintaro (1) Bisu dan Lumpuh” (1) Boyolali (1) Buku Sepatu (1) Bullying (1) Bumi (1) Bumi Serpong Damai (1) Bunga (2) Burung (1) Cabai (1) Cahyadi Takariawan (2) California (1) Cangkir (1) Cardiyan HIS (2) Cat Woman (1) Cermin (1) Character Building (1) Charles Schwab (1) Chiken Soup (1) China Airline (1) Chrome (1) Cina (1) Cinta (1) Cita cita (1) Cucu (1) Dadang Kadarusman (1) Dahlan Iskan (2) dan Kopi (1) Dell Computer Corp (2) Desa Bunigeulis (1) Discouragement (1) Dokter (1) Donald Hiroto (1) Donald Trump (1) DPR (1) E-Magazine (1) E-ticket pesawat (1) Easy Money (1) Elang (1) Emha Ainun Nadjib (1) Encouragement (1) Entrepreneur (2) Erdogan (1) Experience (1) Facebook (1) Fakultas Kedokteran Universistas Tarumanegara (1) Financial bootstrapping (1) Fiqh (1) Football Coach (1) Forpiko (1) Freeport Indonesia (1) Fritzhugh Dodson (1) Gedung Kemendikbud (1) Gempa Sumatera (1) Gharar (1) Google (1) Gramedia (1) Growth (1) Gundul (1) Gunung Ciremai (1) Hadiah (1) Halle Berry (1) Harvard University (1) Haryo Ardito (1) Helen Keller (2) Helen Tze (1) Henry Remanleh (1) Heppy Trenggono (1) Hiramsyah S Thaib (1) Hiu (1) Hotel Kempinski Jakarta (1) Howard Hupson (1) Howard Tennan (1) Huisart (1) Ibu Pertiwi (1) Idris-Djunaedi Abdilah (1) Imam Ghazhali (1) India (1) Indonesia (4) Informasi (1) Intangible Asset (1) Interest (1) Internet Marketer (1) Irwan Prayitno (1) Islam (1) Islamedia (1) Ismail Marzuki (1) Ivar Krueger (1) Jabar (1) Jam Tangan (1) James Bond 'Die Another Day (1) Jawa Barat (1) Jean Dominique Bauby (1) Jejaring Sosial (1) Jepang (2) Jesse Livermore (1) Jessica Chandra (1) Jumadi Subur (1) Kabar Angin (1) Kabupaten Kuningan (1) Kakek (1) Kaki Palsu (1) Kantong Empedu (1) Kaos Mutif (1) Kaum Duafa (1) Kecerdasan Emosi (1) Kehidupan (2) Kehilangan (1) Keilmuan (1) Kekuatan dari Fokus (1) Kekuatan Disiplin Diri (1) Kekuatan Impian (1) Kekuatan Manusia (1) Keledai (2) Keluarga (1) Kemauan (1) Kentucky Fried Chicken (1) Kerajaan Arab Saudi (1) Kereta Api (1) Kesehatan (2) Kesehatan Mental (1) Kesempatan. (1) Kevin Carter (1) Khairil Anwar (1) Killing boredom (1) Koki (1) Kolonel Sanders (1) Kompas.com (1) Kopi (1) Korea (1) Korea Selatan (1) Kucing (1) Kura kura (1) Kurikulum SD (2) Kustiyadi (62) Kutu Anjing (1) Kyai (1) Laki laki (1) Lalat (1) Lebih Baik Menyalakan Lilin (1) Lechman Brother (1) Lendo Novo (1) Leon Fraser (1) Li-li (1) Ling (1) Lisa Long (1) Lukmanul Hakim (1) M Anis Matta (1) Macintosh (1) Maisyir (1) Majalah PESONA (1) Massachusetts (1) Mata Satu (1) Matahari (1) Matsnawi Ma'nawi (1) Maulana Jalaluddin Muhammad Mowlavi (1) Menikah (1) Menteri BUMN (1) Michael Dell (1) MicroSoft Inc (2) Mind changing concept (1) Miskin (1) Moral (1) Motivasi (4) motivatweet (1) MT. Whitney High School Visalia (1) Muhaimin Iqbal (1) MUI (1) Mumun (1) Munawar Kholil (1) Musfikin (1) Nabi Musa as (1) Narso (2) Natin (1) Nelson Mandela (1) Nenek (2) New York Times (1) Nida (1) Ninik Kristiyani (1) Nobel (1) Obat (1) Operasi (1) Orangtua (1) Oscar (1) Pacul (1) Pahlawan (1) Paku (1) Parang Aris Budiman (1) Peking (1) Pelaut (1) Pembelah Kayu (1) Pemburu (1) Pemuda (1) Pemuda Pemarah (1) Pencuri Kue (1) Pendidikan (3) Penipuan (1) Penjual Es Keliling (1) Pensil (1) Penyesalan (1) Penyihir Sakti (1) Permen (1) Petani (1) Pixar Animation Studios (1) Polda Metro Jaya (1) Pramugari (1) PT. Sulaksana Watinsa Indonesia (1) QS: Al-Israa’ ayat 36 (1) QS. Al Baqarah : 155-157 (1) QS. Al Hujurat ayat 6 (1) QS. Ar Rum : 41 (1) QS. Maryam 25 (1) Racun (1) Raja (1) Raja Dinamit (1) Ramang-Aang Witarsa (1) Razzie Award (1) Reed College (1) Register Content (1) Rejeki (1) Rekening (1) Rentenir (2) Restoran (1) Rhenald Kasali Prof (1) Riba (1) Richard Whitney (1) Robert G. Ingersoll (1) Rokok (1) Romo Mangunwijaya (1) Rumah Sakit (4) Salma (1) Sanders (1) Sandra Eller (1) Sandy Hook di Newtown (1) Sanggar Tari (1) Sarkozy (1) Satwa (1) Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania (1) Sedekah (1) Sejarah (1) Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (1) Seligman (1) Semarang (1) Semut (1) Seoul (1) Setiawan Eko Nugroho (1) Shanghai (1) Shasimi (1) Sinetron (1) Singa (1) Singapura (2) Sinshe (1) SMS (1) Soetjipto Soentoro-Anwar Udjang (1) Solihin GP-Sukandar (1) Spider Man (1) ST (1) Steve Jobs (1) Steven Ny (1) Steven Wozniak (1) Subakat Hadi (1) Sudan (1) Sugiharto (1) Sumur (1) Sunan Kalijaga (1) Sundar Pichai (1) Suster (1) Susy Aisyah Nataliwati (1) Swim with the tide (1) Taman Kanak Kanak (1) Tan Shot Yen dr. (1) Tangan Berkait (1) Telur (1) Tempayan (1) The Art of The Comeback (1) The Art of The Deal dan Surviving at the Top (1) The Power of Dreams (1) The Power of Focus (1) The Power of Self Discipline (1) The Well of Ruma (1) Thomas Lickona (1) Tipp-Ex (1) Toko Obat Cina (1) Toyota Corporation (2) Tri Astuti (3) Tsabit bin Ibrahim (1) Tukang Air (1) Tuli (1) Tunov Mondro Atmodjo (1) Twitter (1) Ucok Baba (1) USA Today (1) Ushul Fiqih (1) Utsman bin Affan (1) Vince Lombardi (1) Wang (1) Wanita (2) Widjajono Partowidagdo (1) Wortel (1) Yoyoi Oyoi (2) Zakky (1)