Sabtu, 17 September 2016

Muhammad Hamza, Anak Jenius Programer Komputer Termuda Dunia



Muhammad Hamza Shahzad (7 tahun)

Seorang anak di Inggris menjadi manusia termuda di dunia yang diakuai memiliki kualifikasi sebagai programer komputer, sehingga berpeluang untuk memulai karir sejak usia tujuh tahun.
Laman Birmingham Mail, anak jenius yang pernah mendapat pendidikan di Handsworth, Kanada, Muhammad Hamza Shahzad sudah mulai menunjukkan bakat dalam bidang komputer sejak kecil lagi.
Menurut laporan itu, Hamza banyak mendalami ilmu komputer melalui ayahnya, Asim yang merupakan pakar teknologi tinggi di perusahaan Cyber Royal milik Amerika Serikat (AS).

Rabu, 07 September 2016

Wasiat Sang Ibu untuk Seorang Anak yang Telah Menelantarkannya


Setelah ayahnya meninggal dunia, seorang anak telah mengantar ibunya ke panti jompo. Dia datang menengok ibunya dari satu waktu ke waktu yang lain.
Pada satu hari dia menerima panggilan dari panti jompo tersebut, yang mengabarkan kalau ibunya dalam keadaan di ujung nyawa & hampir meninggal. 
Dengan cepat dia datang untuk berada di samping ibunya pada saat saat terakhir. 

Rabu, 31 Agustus 2016

Kisah Sumur Usman Bin Affan


DULU, di Madinah, tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama : Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.
Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah, dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Di waktu waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya, dan rakyat Medinahpun terpaksa harus tetap membelinya. karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.
Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata, "kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga". Seorang sahabat nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya, dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Senin, 15 Agustus 2016

Kisah Erdogan Kecil yang Menolak Sholat Beralas Koran


Erdogan kecil yang berusia 13 tahun belajar di Sekolah Dasar (Ibtidaiyah) bersama anak-anak kota Qasim Pasha dan lulus tahun 1965. 
Kota tersebut terkenal dengan penduduknya yang kuat, temperamen, memiliki aksen yang menjadi kebanggaan dan kehormatan sebagaimana Erdogan merasa terhormat berada di sana. 
Di tempat tersebutlah Erdogan kecil belajar tentang tantangan dan kekuatan yang terlihat dalam setiap pernyataan resminya.

Sabtu, 05 Maret 2016

Hakim Cium Tangan Terdakwa, Sebuah Pelajaran Berharga dari Jordania


Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.
Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”