Kamis, 31 Januari 2013

Jika anda .... ingatlah ...

Jika Anda sedang sulit tidur, ingatlah pada orang-orang tunawisma yang tidak tidur di tempat tidur empuk dan tak berselimut.
Jika Anda terjebak dalam kemacetan, jangan kesal. Masih banyak orang yang terpaksa menarik gerobak sampah yang berat dengan berjalan kaki menuju tempat pembuangan sampah.
Jika Anda sedang mengalami hari yang mengesalkan di kantor, pikirkanlah orang-orang di luar sana yang masih belum mendapatkan pekerjaan.
Jika Anda sedang sedih dan kecewa karena hubungan cinta Anda sedang memburuk, pikirkanlah mengenai orang yang tidak tahu seperti apa rasanya mencintai dan dicintai.

Meraih Rezeki Yang Sudah Tersaji

Natin melintas di depan kantin belakang gedung perkantoran mewah. Sesaat kemudian satu persatu orang berdatangan dan bergerombol seperti biasanya. Rupanya, mereka mengimani bahwa rezeki setiap orang sudah ditentukan Allah. Tidak ada gunanya kerja lebih gigih meskipun mereka sering kekurangan. Anak dan istrinya pun tidak boleh menuntut lebih. Karena – katanya – hal itu menggambarkan pengingkaran kepada takdir Tuhan.
Ayah Natin punya beberapa teman yang kehidupannya sangat baik. Punya mobil bagus. Punya rumah indah. Tapi, sehari-harinya mereka lebih banyak terlihat ada di rumah. Tidak seperti Ayah yang setiap hari, mesti berangkat pagi sekali. Dan pulang sering larut malam. Sampai-sampai mengeluh dalam hatinya;”Takdir ini tidak adil. Orang yang kerja keras, dikasih sedikit. Sedangkan orang yang malas, diberi lebih banyak….”Tapi anehnya, Ayah juga tidak berani ambil resiko dengan berhenti bekerja dan memilih menjadi orang malas saja. Ia percaya jika tidak bekerja tidak akan mendapatkan nafkah.